-->

PENGEMBANGAN MATERI KELOMPOK SOSIAL BERBASIS KOMPETENSI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SISWA


https://kunjunganlapangansiswa.blogspot.com/2018/08/indah-widyastuti.html

Pendahuluan

Tulisan ini Penulis tujukan kepada sahabat saya, ibu Widi, guru sosiologi di SMA Banjarnegara. Tulisan ini merupakan tanggapan saya tentang pertanyaan ibu Widi tentang bagaimana cara mengembangkan materi “kelompok sosial.” Secara garis besar, tanggapan tentang bagaimana cara mengembangkan materi “kelompok sosial” dapat dilakukan dengan tiga perspektif. Pertama, perspektif kisi-kisi USBN. Kedua, perspektif kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Dan ketiga, perspektif bebas. Adapun pada tulisan ini, adalah bagian kedua yaitu tentang model pengembangan materi kelompok sosial berbasis kompetensi pengetahuan dan keterampilan.

Pada dasarnya, tulisan ini semata-mata sebagai bahan diskusi saja. Adapun hal-hal yang menyangkut perbedaan sudut pandang, Penulis kembalikan kepada kebebasan berfikir masing-masing. Selamat membaca.

Landasan Tulis

Dalam Permendikbud Nomor 21 tahun 2016, materi kelompok sosial tertuang dalam kolom ruang lingkup materi "Ragam kelompok sosial di dalam masyarakat." Materi Ragam kelompok sosial di dalam masyarakat ini, digunakan untuk membangun kompetensi peserta didik untuk memiliki empat kompetensi, yaitu (1) Membangun toleransi dan empati dalam hubungan sosial, (2) Memiliki tanggung jawab publik serta menjunjung tinggi keharmonisan sosial, (3) Mengamati dan menganalisis masalah-masalah sosial, dan (4) Melaksanakan prosedur dan mengkomunikasikan kajian dan atau penelitian berbagai gejala sosial.

Ruang lingkup materi tentang “Ragam kelompok sosial di dalam masyarakat” juga sepadan dengan tiga ruang lingkup materi lainnya yang digunakan untuk membangun kompetensi peserta didik, yaitu; (1) Individu, kelompok dan hubungan sosial, (2)  Masalah sosial, konflik, kekerasan dan penyelesaiannya, serta kesetaraan dalam keberagaman, dan (3) Metode penelitian sosial.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 21 tahun 2016 yang memuat tentang empat kompetensi tersebut, maka konsekwensi pengembangan ruang lingkup materi kelompok sosial harus memuat empat hal, diantaranya;


  • ü  Materi ragam kelompok sosial di dalam masyarakat kelompok harus mengarah pada kompetensi dalam membangun toleransi dan empati dalam hubungan sosial
  • ü  Materi ragam kelompok sosial di dalam masyarakat kelompok harus mengarah pada kompetensi dalam memiliki tanggung jawab publik serta menjunjung tinggi keharmonisan sosial
  • ü  Materi ragam kelompok sosial di dalam masyarakat kelompok harus mengarah pada kompetensi dalam mengamati dan menganalisis masalah-masalah sosial, dan
  • ü  Materi ragam kelompok sosial di dalam masyarakat kelompok harus mengarah pada kompetensi dalam melaksanakan prosedur dan mengkomunikasikan kajian dan atau penelitian berbagai gejala sosial.


Materi kelompok sosial, juga tertuang dalam Lampiran Permendikbud Tahun 2016 Nomor 24, yang didalamnya memuat tentang KI – KD (Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar).  Dalam kompetensi dasar, materi kelompok sosial tersebar dalam kolom kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan. Dalam kompetensi pengetahuan, dapat dilihat pada kolom 3.1 yaitu Memahami pengelompokan sosial di masyarakat dari sudut pandang dan pendekatan Sosiologis, dan 3.2 Menganalisis permasalahan sosial dalam kaitannya dengan pengelompokan sosial dan kecenderungan eksklusi sosial di masyarakat dari sudut pandang dan pendekatan Sosiologis. Selanjutnya dalam kompetensi keterampilan, dapat dilihat pada kolom 4.1 Menalar tentang terjadinya pengelompokan sosial di masyarakat dari sudut pandang dan pendekatan Sosiologi, dan 4.2 Memberikan respons dalam mengatasi permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat dengan cara memahami kaitan pengelompokan sosial dengan kecenderungan eksklusi dan timbulnya permasalahan sosial.

Berdasarkan Permendikbud Tahun 2016 Nomor 24  yang memuat tentang kompetensi pengetahuan dan keterampilan, dimana terdapat konsekwensi awalan sebelum langkah pengembangan ruang lingkup materi kelompok sosial dilakukan. Maksud dari hal tersebut adalah perlu adanya pemahaman tentang kompetensi pengetahuan dan keterampilan apa yang harus dimiliki peserta didik. Disinilah keunikan dari Permendikbud nomor 24 tahun 2016 ini. Dalam Permendikbud tersebut, materi kelompok sosial tidak berdiri sendiri.

Dalam kompetensi pengetahuan 3.1 Memahami pengelompokan sosial di masyarakat dari sudut pandang dan pendekatan Sosiologis. Dalam kompetensi pengetahuan di atas, tampak jelas ada dua unsur yang membangun kompetensi pengetahuan. Pertama, penguasaan tentang fokus materi. Dan kedua adalah pisau analisa dari fokus materi. Fokus materinya adalah pengelompokan kelompok sosial di masyarakat. Adapun pisau analisanya adalah sudut pandang dan pendekatan Sosiologis. Lagi-lagi, para pengajar perlu harus hati-hati dalam membaca kompetensi 3.1 ini. Jika salah dan serampangan dalam mencerna 3.1, maka kompetensi 3.1 akan sulit dicapai peserta didik. Hal yang perlu diperhatikan adalah pandai-pandainya para pengajar untuk mensiasati tentang bagaimana para peserta didik menguasai materi pengelompokan sosial di masyarakat dengan sudut pandang dan pendekatan sosiologi. Sehingga secara teknis, kompetensi 3.1 ini harus memuat tentang bagaimana seorang peserta didik mendapatkan materi pengelompokan sosial di masyarakat, dan materi tentang sudut pandang dan pendekatan Sosiologis. Ketika peserta didik telah mendapatkan materi tersebut, langkah selanjutnya adalah menguji kompetensinya.

Begitupun dengan kompetensi 3.2 yaitu peserta didik memiliki pengetahuan menganalisis permasalahan sosial dalam kaitannya dengan pengelompokan sosial dan kecenderungan eksklusi sosial di masyarakat dari sudut pandang dan pendekatan Sosiologis. Kompetensi pengetahuan 3.2 ini adalah lanjutan dari kompetensi pengetahuan sebelumnya. Sehingga prinsip pembelajarannya adalah sistematis dan koheren, alias tidak boleh loncat apalagi serampangan. Secara substantif, kompetensi pengetahuan 3.2 ini menekankan pada dua hal. Pertama tentang kompetensi pengetahuan peserta didik tentang permasalahan sosial dalam kaitannya dengan pengelompokan kelompok sosial melalui sudut pandang dan pendekatan Sosiologis. Kedua, pengetahuan analisis tentang kecenderungan eksklusi sosial di masyarakat dari sudut pandang dan pendekatan Sosiologis. Lagi-lagi yang perlu diperhatikan adalah pengajar harus hati-hati dalam membaca kompetensi 3.2 ini. Jika salah dan serampangan dalam mencerna 3.2, maka kompetensi 3.2 akan sulit dicapai.

Selanjutnya dalam kompetensi keterampilan, dapat dilihat pada kolom 4.1 Menalar tentang terjadinya pengelompokan sosial di masyarakat dari sudut pandang dan pendekatan Sosiologi, dan 4.2 Memberikan respons dalam mengatasi permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat dengan cara memahami kaitan pengelompokan sosial dengan kecenderungan eksklusi dan timbulnya permasalahan sosial.

Merujuk pada kompetensi pengetahuan 3.1 yang menekankan kompetensi memahami, beda dengan kompetensi keterampilan 4.1 yang menekankan pada kompetensi menalar. Secara substansi materi, penekanan kompetensi 3.1 dan 4.1 adalah sama. Dengan demikian penekanan materinya adalah sama, hanya saja instrument pengujian kompetensinya beda. Adapun dalam konteks ini, guru memiliki ruang dan peran yang lebih dalam menyuguhkan scenario pembelajarannya.

Begitupun dalam kompetensi keterampilan 4.2 nya. Substansi penekanan materi relatif sama dengan kompetensi 3.2 nya. Hanya saja aspek pengujiannya cenderung beda, dimana dalam kompetensi 4.2 menekankan pada aspek respon tentang bagaimana mengatasi permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat dengan cara memahami kaitan pengelompokan sosial dengan kecenderungan eksklusi dan timbulnya permasalahan sosial.


Materi Pokok

Berdasarkan ulasan singkat landasan tulis tersebut, maka pengembangan materi kelompok sosial berbasis kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa adalah sebagai berikut;

  • Sudut pandang dan pendekatan sosiologi
  • Pengelompokan sosial
  • Eksklusi sosial
  • Permasalahan pengelompokan sosial
  • Kecenderungan pengelompokan sosial
  • Teknik identifikasi kelompok sosial
  • Teknik penelitian masalah kelompok sosial


Jika dibandingkang dengan materi pokok berbasis kisi-kisi USBN, maka pengembangan pada materi pokok berbasis kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa ini, cenderung lebih kompleks dan beragam. Namun yang lebih penting dalam bagian materi pokok ini adalah bagaimana peran pengajar lebih menekankan daya kritis dan kreatifitas terhadap kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan siswa. Sudah saatnya kegiatan pembelajaran terfokuskan dan berpusat pada siswa, tidak sebaliknya. Dengan demikian kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa tuntas secara ideal.

Pengembangan Materi

Pengembangan materi kelompok sosial berbasis kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa pada prinsipnya berbeda dengan Pengembangan materi kelompok sosial berbasis USBN. Kalau pengembangan materi kelompok sosial berbasis USBN cenderung diorentasikan pada keterhubungan antara materi kelompok sosial dengan instrumen uji berbasis materi soal USBN. Sedangkan pada Pengembangan materi kelompok sosial berbasis kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa sudah saatnya ditekankan pada kompetensi pengetahuan dan keterampilan yang nyata. Adapun pendekatan yang Penulis tawarkan adalah dengan pendekatan kunjungan lapangan. Penjelasan tentang hal ini, dapat dilihat pada bagian strategi mengajarnya.  

Strategi Mengajar

Pada prinsipnya strategi mengajar berbasis kunjungan lapangan adalah pembelajaran berbasis penelitian sosial sederhana dengan asas praktik kebermanfaatan materi yang didapatkan. Dalam sintak pembelajarannya, strategi kunjungan lapangan dapat dikembangkan dalam tiga hal. Pertama, penguasaan materi kelompok sosial. Kedua, kunjungan lapangan pada kelompok sosial. Ketiga, pengujian kompetensi pengetahuan dan keterampilan.

Resiko dan Jalan Keluarnya

Pengembangan materi kelompok sosial ini adalah berbasis keterampilan dan pengetahuan.  Dengan demikian, ketika basis kompetensinya berubah, maka sangat dimungkinkan terjadi perubahan pengembangan materinya.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

Penulis adalah Suhadi, Guru Sosiologi SMA N 1  Pamotan



0 Response to "PENGEMBANGAN MATERI KELOMPOK SOSIAL BERBASIS KOMPETENSI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SISWA"

Posting Komentar

Iklan Bawah Artikel