-->

PJJ, Warung Kopi, dan Lain Sebagainya



Assalamualaikum wr wb saya Eka Novitasari dari SMA negeri 1 Pamotan. Saya tinggal didesa Sendang mulyo RT 1 RW 1 kec. Gunem kab Rembang. Saya Ingin menceritakan tentang kegiatan saya saat covid 19. Kegiatan saya saat covid 19 mencoba menaati protokol kesehatan yang diberikan pemerintah contohnya seperti mencuci tangan, makan dengan teratur, menggunakan masker saat berpergian, jaga jarak dengan orang sekitar. Namun juga terkadang saya lalai atas protokol yang diberikan pemerintah terkadang saya tidak memakai masker saat berpergian.

Di desaku masih banyak orang yang tidak menaati protokol covid 19. Seperti belanja tempat kerumunan dan tidak menggunakan masker. Padahal sudah dua kali terjadi kalau ada ODP di desaku. Namun semua itu hanya hoax. Di rumah saya juga membantu orang tua untuk membersihkan rumah seperti menyapu, mengepel, mencuci baju. Banyak protokol pemerintah yang tidak saya tepati seperti berjemur 5-15 menit , jaga jarak dengan orang sekitar.

Saat terjadi adanya wabah covid sekolah diliburkan dan saat libur sekolah saya di rumah tidak ngapa-ngapain. Keadaan di keluargaku sangat ramai.karena saya membuka warung kopi. Dan suasana warung kopi saya sangat ramai.banyak orang yang tidak menaati protokol kesehatan seperti tidak memakai masker dan jaga jarak. Saat itu saya tidak sengaja membuat pentol goreng dan banyak anak-anak yang suka. Terus saya punya ide untuk menjual pentol goreng. Setelah beberapa hari ada orang yang mengidekan untuk membuka warung kopi.


Saat pertama saya ragu dan saya mencoba untuk membuka warung kopi sedikit demi sedikit. Saat saya melayani kopi di warung saya tidak memakai masker namun saya tetap jaga jarak dengan pelanggan. Saat saya jualan saya terkadang lupa dengan tugas sekolah namun terkadang saya sempatkan untuk mengerjakan walaupun terlambat. Saya mengerjakan tugas sekolah saat warung sepi. Dan Jika ada tugas terkadang aku belajar kelompok dengan teman-teman yang dekat. Setelah belajar kelompok terkadang jalan-jalan terlebih dahulu seperti ke pantai. Saat belajar kelompok dan jalan jalan kita tetap menaati protokol kesehatan dari pemerintah seperti memakai masker dan jaga jarak. Saya bingung jika nanti masuk sekolah karena tidur sangat malam dan bangun saya sangat siang nanti kalau sekolah saya bisa terlambat.Tapi saya mencoba untuk melatih bangun pagi dari sekarang.

Modal saya saat pertama hanya RP 60.000 karena hanya untuk membuat pentol. Lama-lama saya mengeluarkan modal RP 300.000 untuk belanja di warung dan untungnya itu hanya RP 100.000 setiap harinya. Setiap satu minggu saya menabung uang RP 200.000. Seiring berjalannya waktu saya bisa beli wifi dan juga kulkas. Saat saya berjualan saya merasa senang karena dapat uang untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi juga sangat melelahkan.

Penulis adalah Eka Novitasari

1 Response to "PJJ, Warung Kopi, dan Lain Sebagainya"

  1. Salut sama kamu yang tak pernah menyerah dengan pandemi yg telah merubah segalanya,semangat terus ya Nak...,👍👍👍

    BalasHapus

Iklan Bawah Artikel