-->

Merawat Ikatan Kerukunan Keluarga Besar Kita



Selamat pagi semuanya 

Assalamu'alaikum 

Salam sehat 


Kepada para siswa 

Kali ini kita akan belajar sosiologi, tepatnya belajar tentang silsilah keluarga.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa keluarga merupakan kelompok yang sangat penting keberadaannya dalam membentuk suatu masyarakat. Bahkan pada masyarakat tertentu, anggota masyarakatnya masih terjalin ikatan keluarga. Misalnya di sebuah desa tertentu sebagian besar anggota masyarakatnya masih ada hubungan pertalian keluarga.

Terbentuknya keluarga sendiri memiliki kekhasan masing-masing. Secara normal, keluarga dibentuk oleh ikatan cinta suci dari seorang laki-laki dan perempuan melalui proses pernikahan. Proses pernikahan itu  dibentuk dari proses yang beragam pula. Ada yang di dijodohkan, karena cinta kasih, hingga kesepakatan-kesepakatan lainnya. Melalui proses tersebutlah, ikatan suci kemudian berlangsung. 

Namun jika dilihat lebih mendalam, terwujudnya pernikahan tidak hanya melibatkan cinta kasih antara dua orang saja. Proses terbentuknya pernikahan sebenarnya cukup rumit dan kompleks. Pernikahan tidak hanya bersatunya laki-laki dan perempuan saja. Secara sosiologis, pernikahan adalah bersatunya dua keluarga besar yaitu keluarga laki-laki dan keluarga perempuan. Dengan bersatunya dua keluarga besar inilah, pertalian keluarga semakin terikat kuat dan meluas.

Masih dalam bahasan pernikahan, karena prosesnya melibatkan dua keluarga besar, maka prosesi pernikahan adalah hajatan keluarga yang sangat penting. 

Secara umum, pernikahan tidak bisa dilakukan asal-asalan, apalagi dipakai main-main. Pernikahan akan menjadi wajah dari acara kehormatan dua keluarga besar. Hal ini sering kita lihat, ketika ada acara pernikahan, semua anggota keluarga saling bekerjasama untuk menggelar hajatan agar sukses hingga tampak mewah.

Setelah prosesi pernikahan berlangsung, pasangan nikah tersebut secara otomatis menjadi anggota dari  keluarga besar masing-masing. Dan pada saat itulah, pernikahan telah berfungsi menjadi pengikat dua keluarga besar, yang juga menjadi payung keluarga yang semakin besar. 

Pada umumnya, pasangan yang baru saja menikah, akan punya tugas melakukan silaturohmi ke keluarga besar pihak keluarga laki-laki dan pihak keluarga perempuan. Tindakan ini bertujuan agar ikatan keluarga semakin dekat, intim, dan penuh dengan perhatian.

Selain berfungsi mengikat tali keluarga besar, silaturohmi tersebut juga berfungsi membangun kekuatan keluarga barunya agar tidak goyah dan pudar. Membangun ikatan keluarga besar pada dasarnya berfungsi membangun kekuatan antar keluarga. Tiap-tiap keluarga yang saling terhubung dan terikat dalam keluarga besar adalah wujud dari tindakan dalam menjaga agar ikatan keluarga tidak geser. Keluarga satu sama yang lain saling mensupport, sehingga akan terbentuk ikatan keluarga yang  langgeng, kuat, dan damai.

Upaya untuk saling menjaga kelanggengan ikatan keluarga itu dapat kita lihat adanya kerjasama saling bantu membantu ketika terdapat  keluarga mengalami kesusahan. 

Semakin kuat ikatan bantu membantu antar keluarga besar, maka semakin rukun dan damai keluarga besarnya.

Ikatan keluarga besar itu juga memiliki fungsi dalam menjaga keharmonisan antar anggota keluarga yang lain. Hal ini dapat dilihat setiap ada pertemuan keluarga, yang selalu ditanyakan adalah tentang kabar keluarga, berapa jumlah anaknya sekarang, dan sekolah dimana. Sangat jarang mereka menanyakan jumlah mobilnya, jumlah hutangnya, dan kekayaan lain yang dimilikinya. Sungguh penting sekali merawat kerukunan antar anggota  keluarga besar.

Namun dalam kasus-kasus tertentu, kekuatan keluarga besar terkadang berubah menjadi petaka. Hal ini dapat dilihat terjadinya konflik keluarga besar yang disebabkan karena ketidakadilan, ketidakmanusiaan, dan boleh jadi karena penghianatan antar kelompok keluarga besar. Ketidakadilan dapat menjadi penyulut konflik keluarga besar, misalnya karena tidak adilnya membagi harta warisan. Ketidakmanusiaan juga dapat menjadi penyulut konflik keluarga besar, misalnya salah satu anggota keluarga melakukan kekerasan dalam rumah tangganya yang berujung perceraian. Dan penghianatan juga dapat menjadi bumerang tidak rukunnya keluarga besar, misalnya salah satu anggota keluarga besarnya memperolok-olok hingga merendahkan kehormatan anggota keluarga besarnya. Ketika penyulut-penyulut konflik keluarga tersebut tidak dapat dipadamkan, maka ikatan keluarga besar akan menjadi rapuh, putus, hingga runtuhnya pertalian antar keluarga besar.

Lantas apa hubungannya semua ini dengan masyarakat? 

Tentu saja berhubungan. Ketika masyarakat dibentuk oleh kelompok keluarga, maka keadaan keluarga sangat mempengaruhi keadaan masyarakat. Ketika keluarga-keluarga yang ada itu saling terikat, rukun, dan damai, maka di dalam masyarakat juga akan tercipta harmoni. Sebaliknya, ketika keluarga-keluarga yang ada saling bermusuhan satu sama yang lain, maka akan terbentuk suasana masyarakat yang mencekam.

Dalam upaya merawat suasana harmoni dalam masyarakat, pada kesempatan kali ini, kalian saya kasih tugas untuk menulis silsilah keluarga kalian. 

Silsilah keluarga yang dimaksud adalah suatu bagan yang memuat informasi hubungan keluarga (silsilah) dalam bentuk pohon struktur. Contoh dari bentuk silsilah keluarga adalah sebagai berikut. (Lihat foto atas) 

Secara teknis, berikut ini adalah langkah-langkah pembelajaran yang perlu kalian lakukan dalam menyusun silsilah keluarga. 

1. Siapkan alat tulis untuk mencatat informasi tentang silsilah keluarga kalian 

2. Lakukan wawancara kepada orang tua kalian, tanyakan siapa nama orang tua, simbah, buyut, canggah, wareng, udhek-udhek, gantung siwurnya. 

3. Jika orang tuamu terbatas informasinya, maka lakukan wawancara kepada anggota  keluarga besar kalian yang tahu tentang hal tersebut. Lakukan via telpon atau wa. Lakukan dengan pendekatan protokol kesehatan yang ketat.

4. Pada saat melakukan wawancara, tanyakan nama lengkap dan alamat rumahnya. Jika yang bersangkutan sudah meninggal, tanyakan dimana kuburannya. Tanyakan dan tulis dengan lengkap. Ingat,  jangan ke kuburan. 

5. Setelah data silsilah lengkap, maka segera buat bagan silsilah keluarga di kertas lebar. Ukuran kertas menyesuaikan isi silsilah keluarga. Semakin banyak anggota keluarga besar kalian, maka semakin lebar kertas silsilah keluarga kalian. 

6. Setelah jadi, bingkailah silsilah keluarga kalian, dan pasang di ruang tamu rumah kalian. 

7. Setelah itu, fotolah karya kalian, dan segera kumpulkan untuk mendapatkan nilai produk pembelajaran.

Belajar tentang silsilah keluarga adalah belajar merawat ikatan  kerukunan keluarga besar kita semua. 

Penulis adalah Suhadi, guru SMA N 1 Pamotan, Rembang, Jawa Tengah. 

Selamat berkarya

Sumber: https://youtu.be/VcQh2rgED5U

0 Response to "Merawat Ikatan Kerukunan Keluarga Besar Kita"

Posting Komentar

Iklan Bawah Artikel